Radikal Bebas Ancam Pekerja Kantoran

Author: david manurung
23.02.2009

SELAMA ini banyak disebut bahwa radikal bebas berasal dari polusi udara jalanan, baik oleh pabrik maupun kendaraan bermotor. Kenyataannya, radikal bebas juga mengancam pekerja kantoran. Untuk Anda pekerja aktif yang menghabiskan sebagian besar waktu di dalam ruangan ber-AC, waspadalah dengan kondisi udara di sekitar ruangan. Pasalnya, udara yang Anda hirup belum tentu bersih dari radikal bebas yang dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

Radikal Bebas Ancam Pekerja Kantoran

SELAMA ini banyak disebut bahwa radikal bebas berasal dari polusi udara jalanan, baik oleh pabrik maupun kendaraan bermotor. Kenyataannya, radikal bebas juga mengancam pekerja kantoran. Untuk Anda pekerja aktif yang menghabiskan sebagian besar waktu di dalam ruangan ber-AC, waspadalah dengan kondisi udara di sekitar ruangan. Pasalnya, udara yang Anda hirup belum tentu bersih dari radikal bebas yang dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

Seperti dipaparkan oleh General Manager Bayer Healthcare Consumer Care PT Bayer Indonesia, David M. Budi, akumulasi radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh manusia tanpa disadari dapat menimbulkan berbagai penyakit, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Oleh karena itu, diperlukan rangkaian vitamin dan mineral yang mampu menetralisir atau membebaskan radikal bebas dari dalam tubuh.

Ia menyampaikan sebuah fakta bahwa sekira 50 persen pekerja kantoran menderita Sick Building Syndrome (SBS) akibat sering terpapar radikal bebas. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan, di antaranya pusing, diare, dan iritasi mata.

“Gangguan tersebut datang dari alat kantor yang biasa digunakan, seperti mesin photo copy, air conditioner, dan kertas. Semuanya berpengaruh pada produktivitas tubuh manusia,” ujarnya saat acara peluncuran Redoxon Fortimun Bayer di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (18/2/2009).

Solusi mencegah radikal bebas semakin banyak diserap tubuh dan agar daya tahan tubuh semakin optimal adalah dengan mengonsumsi antioksidan, berupa vitamin C, Vitamin E, Zinc, dan Selenium. Jumlah asupan yang dibutuhkan untuk masing-masing orang akan berbeda, disesuaikan dengan jenis aktivitas, kondisi tubuh, gaya hidup, dan faktor-faktor lainnya.

Sementara itu, Medical Marketing Manager Bayer Healthcare Consumer care, dr Handy Purnama menegaskan, mengonsumsi suplemen antioksidan dalam jangka panjang aman dari risiko penyakit ginjal.

“Meski dikonsumsi selama tiga bulan secara teratur, suplemen ini aman bagi ginjal dalam fungsinya sebagai penyaring larutan yang tidak dibutuhkan tubuh. Jika ternyata asupan yang masuk ke dalam tubuh berlebihan, ginjal akan mengeluarkannya melalui air seni,” terangnya.

Handy menambahkan, suplemen antioksidan sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil, khususnya pada awal kehamilan sebagai masa penting pembentukan organ tubuh janin. (ftr) http://www.okezone.com/

Bookmark and Share

Leave a Reply